Gunakan Linux, Jika Laptop Windows Terasa Lambat Karena Spesifikasinya Rendah

Linux adalah sistem operasi komputer, sama halnya seperti Windows, namun yang membedakannya adalah Linux bersifat open source dan gratis.

Walau dukungan aplikasi di sistem operasi Linux tidak semelimpah Windows, namun saat ini Linux sudah cukup bisa diandalkan sebagai alternatif Windows untuk sekedar penggunaan komputer secara mendasar atau hiburan.

Pakai Laptop hanya untuk browsing atau menonton video di internet? Linux cukup handal dan responsif untuk diinstall pada spesifikasi komputer yang minim.

Jika Anda punya laptop Windows dengan spesifikasi RAM yang hanya berkapasitas 2 GB saja, tentu akan terasa sangat lambat untuk membuka dan menjalankan berbagai aplikasi (multitasking).

Sangat menyebalkan bukan? Jika hanya untuk browsing dan membuka beberapa tab saja komputer sudah terasa lambat dan sering ngehang.

Jika Anda menggunakan laptop sehari-hari hanya sekedar untuk browsing, menonton video di Youtube, transfer file, atau penggunaan komputer yang mendasar lainnya. Linux bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menggantikan Windows.

Linux menggantikan Windows?

Sebenarnya bukan untuk menggantikan Windows sepenuhnya, karena kita tahu Windows adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh mayoritas pengguna komputer saat ini, karena didukung dengan beragam aplikasi.

Tidak perlu menggantikan Windows hanya untuk menginstall Linux. Karena kita bisa menginstall Linux untuk bersandingan dengan Windows (dual boot).

Jadi, untuk penggunaan komputer yang memerlukan beberapa aplikasi tertentu yang lebih kompleks, kita masuk ke Windows. Sedangkan untuk keperluan sederhana, seperti browsing, menonton video, kita tinggal masuk ke Linux, tanpa lag dan lemot lagi!

Jadi dalam satu laptop itu, akan terdapat 2 sistem operasi (Windows dan Linux) yang bisa kita pilih kapan pun kita mau.

Cepat dan ringan

Saya sudah menerapkan cara seperti ini sejak beberapa tahun belakangan. Dan memang cukup efisien dijalankan pada spesifikasi komputer yang rendah. Dan sangat berguna terutama bagi saya yang kesehariannya aktif menulis artikel untuk beberapa website saya melalui perangkat laptop, jadi lebih cepat.

Mulai dari proses booting, multitasking, dan shutdown, Linux Mint terbilang cepat jika dibandingkan dengan Windows 10 untuk spesifikasi hardware yang minim.

Bicara soal Linux, ada banyak varian dari sistem operasi yang satu ini. Beberapa yang populer diantaranya:

  • Ubuntu
  • Debian
  • Linux Mint
  • Manjaro
  • Deepin (Modern, tampilannya cantik tapi not recommended untuk RAM 2 GB)
  • Elementary OS (Tampilannya cantik, mirip Mac OS)
  • Fedora
  • OpenSUSE
  • Zorin
  • Arch
  • Dan masih banyak lagi varian distro linux lainnya.

Sekedar informasi, Distro Linux (merupakan singkatan dari Distribution of Linux). Karena Linux bersifat open source, siapa saja diperbolehkan untuk mendownload dan mengubah source code-nya sesuka hati. Hal inilah yang memungkinkan para programmer mengembangkan Linux sesuai dengan kebutuhan mereka. Hingga akhirnya Linux menjadi bermacam-macam versi, mulai dari tampilan yang sederhana sampai tampilan yang cantik dan fitur lengkap pun ada.

Namun saya memilih untuk menggunakan Linux Mint pada laptop dengan RAM yang hanya berkapasitas 2 GB. Alasan saya memilih Linux Mint adalah karena saat ini Linux Mint menjadi salah satu OS Linux yang paling banyak digunakan saat ini berdasarkan data dari DistroWatch.

Bukan tanpa alasan, Linux Mint memang cukup ringan dijalankan pada spesifikasi hardware yang minim. Selain itu, Linux Mint menawarkan cukup banyak paket aplikasi bawaan seperti multimedia codec, browser plugin, Java, serta banyak komponen lainnya sehingga kita tidak perlu repot untuk menginstall-nya lagi.

Berikut ini tampilan dari Linux Mint:

Pada bagian desktop dan start menu, tampilan Linux Mint sekilas mirip dengan Windows XP ataupun Windows 7.

Memang tidak “se-modern” Windows 10, namun bagi saya itu tidak masalah karena saya lebih mementingkan performanya.

Tersedia beberapa pilihan tema yang bisa diubah-ubah, jika kurang suka dengan tampilan hitam (dark). Kita bisa menggantinya ke mode “light” yang lebih cerah.

Linux Mint juga menyediakan beberapa wallpaper bawaaan yang bisa kita pilih dengan mudah.

Untuk browsing atau mengakses internet, Linux Mint mengandalkan browser Mozilla Firefox sebagai default. Namun kita juga bisa menginstall browser lain, misalnya Chromium (Google Chrome versi Linux).

Seperti ini tampilan website indouser.com ketika dibuka melalui Firefox di Linux Mint. Tampilannya pun tetap sama dengan yang ada di Windows.

Yang saya suka, untuk membuka banyak tab dan berpindah-pindah, Linux Mint sangat ringan. Hal ini berbeda ketika mengaksesnya di Windows 10, terasa lag atau lambat untuk ram yang hanya 2 GB saja.

Kesimpulan

Sistem operasi Linux cukup bisa diandalkan untuk kondisi tertentu sebagai alternatif pengganti Windows. Linux sudah cukup oke, untuk penggunaan komputer mendasar atau sekedar untuk hiburan.

Bagaimanapun, saat ini mayoritas pengguna komputer menggunakan Windows sebagai sistem operasi utama mereka. Namun sering kali Windows terasa “lemot” berjalan pada spesifikasi hardware yang rendah. Untuk itu, dari pada komputer “tua” menjadi tidak terpakai lagi karena lemot, ada baiknya kita bisa menggunakan Linux untuk diinstall bersandingan dengan Windows sebagai alternatif OS yang bisa saling melengkapi.

Download Linux Mint

Komunitas Internet Indonesia

2 Comments

  1. topik says

    Salam. mohon solusi/ saran:
    setelah instal linux mint mate tampilan layar saat scrolling di situs dan saat memutar video terasa kurang smooth, kurang oke. seperti ada lag gitu. mirip windows yang belum instal driver grafis. bagaimana ya biar video yg diputar itu lancar tanpa masalah?

    1. Aji Zakaria says

      Linux Mint MATE versi berapa yang di-install mas? Kartu grafisnya Nvidia atau AMD ya?

      Kalau yang ditulis di artikel ini adalah Linux Mint versi Cinnamon (AMD). Saya sendiri blm mengalami hal serupa di versi Cinammon ini.

      Mungkin bisa coba baca-baca di web berikut:

      https://superuser.com/questions/528727/how-do-i-solve-periodic-mouse-lag-on-linux-mint-mate

      atau

      https://askubuntu.com/questions/129883/ubuntu-12-04-w-unity-mouse-lag

      Sdh coba yang versi Cinnamon mas? Karena di website resminya versi ini yang paling populer.

Leave A Reply

Your email address will not be published.